Kamis, 29 September 2022

Belajar Pecahan Senilai Menggunakan Roti

Belajar Pecahan Senilai Menggunakan Roti

Hari kamis, kelas 3B belajar konsep baru tentang pecahan, yaitu pecahan senilai. Dalam pembelajaran matematika, kelas 3 masih harus menggunakan sesuatu yang konkrit agar dapat membangun pemahaman yang utuh tentang sebuah konsep. Oleh karena itu, pembelajaran hari ini menggunakan roti untuk menggambarkan pecahan yang akan dibuat.
Pada pertemuan sebelumnya, Peserta didik sudah memahami konsep pecahan dengan pembilang dan penyebut, juga sudah dapat menentukan pecahan berdasarkan benda dan gambar yang ada. Pembelajaran hari ini dimulai dengan mengingat kembali pecahan seperti pecahan 1/2 , 1/4 , 3/5 dan lain-lain. Setelah itu, masing-masing peserta didik diberikan 2 lembar roti tawar sebagai media pembelajaran.

Kegiatan pertama, peserta didik memotong roti tawar pertama menjadi dua bagian sama besar dan roti tawar kedua dipotong menjadi 4 bagian sama besar. Disini, peserta didik dikenalkan dengan pecahan senilai sampai kemudian dapat menyimpulkan bahwa 1/2 itu senilai dengan 2/4.

Kegiatan pembelajaran selanjutnya, roti tawar pertama yang semula telah dipotong menjadi dua bagian kini dipotong kembali sampai menjadi 8 bagian sama besar dan roti tawar kedua tetap 4 bagian sama besar. Disini, peserta didik ditantang untuk menemukan pecahan senilai dari potongan roti tawar pertama dan kedua. Akhirnya didapat kesimpulan bahwa 1/4 itu senilai dengan 2/8. Di akhir kegiatan pembelajaran anak-anak berlatih mennetukan beberapa pecahan dengan pecahan yang senilai. Setelah selesai belajar, roti yang tadi dipotong pun dimakan bersama menggunakan selai.

Alhamdulillah pembelajaran hari ini seru, berkesan dan yang lebih penting adalah peserta didik paham dengan konsep baru tentang pecahan senilai. Konsep paham, perut kenyang dan hati pun bahagia.







Membuat Boneka anak Ayam dari Karton

Membuat Boneka anak Ayam dari Karton

Pembelajaran SBdP di akhir bulan ini adalah membuat boneka anak ayam menggunakan kertas karton. Selama 1 bulan, peserta didik kelas 3B sudah belajar tentang menyayangi tumbuhan dan hewan. Setelah belajar bagaiman cara merawat hewan ternak seperti ayam, maka pembelajaran di akhir tema 2 ini adalah membuat boneka anak ayam.


Boneka anak ayam dibuat menggunakan karton. Pertama-tama, peserta didik membuat pola badan, kepala, kaki, ekor dan sayap ayam. Pola ini digambar di kertas karton kemudian digunting. Setelah itu, bagian-bagian ayam disusun dan ditempel hingga berbentuk anak ayam. Setelah itu, ditempelkan bulu ayam. Bulu yang digunakan terbuat dari kapas. Peserta didik mewarnai kapas sesuai dengan warna anak ayam yang diinginkan.
Setelah jadi, boneka anak ayam ini kemudian ditempelkan di satu tempat di dinding kelas dan jadilah peternakan ayam ala kelas 3B.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya belajar membuat anak ayam, namun juga melakukan review segalahaltentang ayam. Dimulai dari ciri-ciri makhluk hidup yang dapat ditemukan pada seekor ayam, bagaimana cara ayam berkembang biak dan manfaat ayam bagi manusia, dimulai dari telur nya, dagingnya bahkan ceker dan jeroannya. DI akhir pembelajaran, peserta didik diarahkan untuk mensyukuri salah satu ciptaan Allah yaitu ayam karena banyak sekali manfaatnya untuk manusia dan ayam sebagai salah satu bahan makanan utama yang sering ada di rumah.











Membuat Makanan Berbahan Tepung Tapioka

Membuat Makanan Berbahan Tepung Tapioka

Peserta didik kelas 6 membuat makanan berbahan tepung tapioka. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok membagi tugas bahan dan peralatan yang harus disiapkan.

Selain menyiapkan alat dan bahan, peserta didik juga menentukan apa yang akan dibuatnya. Ada yang membuat cireng salju, cireng bumbu, cimol dan cimin.

Keseruan dimulai saat anak-anak membuat adonan tepung tapioka. Setelah menguleni tepung tapioka dengan air panas dan dicampur dengan bumbu-bumbu, peserta didik membentuk adonannya sesuai dengan bentuk yang diharapkan. Setelah adonan siap, peserta didik mulai menggoreng adonannya tersebut.
Setelah sukses memasak, anak-anak membersihkan kembali tempat yang sudah digunakan dan kembali ke kelas untuk mencicipi makanan yang sudah mereka buat.

Peserta didik terlihat sangat senang, karena selain belajar memasak, tapi juga mereka bisa memakan hasil kreasinya hingga kenyang.