Senin, 16 Mei 2022

Serunya Belajar melalui permainan

Serunya Belajar melalui permainan

Kegiatan pembelajaran tema 8 di kelas 2A dilakukan dengan metode bermain. Namun tidak sekedar bermain, peserta didik belajar melalui permainan ini. Tema yang diangkat dalam kegiatan pembelajaran kali ini adalah “aturan dalam bermain” yang merupakan salah satu kompetensi pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas 2.
Permainan yang dilakukan adalah “bermain menarik teman”. Peserta didik melakukan permaianan secara berpasangan. Setiap anak mengangkat kedua tangan kemudian saling mengaitkan jari jemari. Dalam hitungan ketiga permianan pun dimulai dengan cara saling menarik. Peserta didik yang berhasil menarik lawan sampai batas yang ditentukan adalah pemenangnya.
Permaianan ini diawali dengan pasangan anak laki-lakikemudian anak perempuan. Anak yang sudah menang kemudian bertanding kembali dengan pemenang dari kelompok lainnya hingga hanya ada 1 pemenang dari siswa laki-laki dan 1 pemenang dari siswa perempuan. Setelah beberapa kali permainan, akhirnya didapatkan pemenangnya yaitu Hazem dan Nafisah.
Setelah didapatkan pemenangnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelas. Peserta didik degan bimbingan guru mendiskusikan hikmah atau pelajaran yang didapatkan dari permainan ini. Beberapa peserta didik mengungkapkan pendapatnya tentang pelajaran dari permainan tersebut. Ada yang mengungkapkan ketika bermain harus tetap jujur, tidak boleh curang dan harus rajin olahraga agar menjadi kuat.
Setelah itu, peserta didik diarahkan untuk membuat kesimpulan berupa aturan dalam permainan. Setelah berdiskusi, disepakati aturan yang harus ada ketika bermain, yaitu :
1.Mengikuti instruksi atau petunjuk dari guru
2.Tidak membahayakan teman
3.Harus sportif dan tidak boleh curang
4.Tetap jujur ketika bermain.
Di akhir pembelajaran, disepakati peraturan tersebut harus ditaati ketika bermain di sekolah. Bermain dengan siapapun harus mengingat peraturan tersebut.









Melukis Layangan

Melukis Layangan


Pada pembelajaran sebelumnya anak-anak kelas 1 belajar Bahasa Sunda dengan tema permaianan tradisional. Salah satunya adalah permainan layang-layang, atau dalam Bahasa Sunda disebut 'langlayangan'. Dari layang-layang ini anak-anak belajar mengenal bentuk layang-layang, bahan dasar membuat layang-layang, hingga cara membuatnya.

Berbeda dari kegiatan pembelajaran sebelumnya, anak-anak hanya belajar membuat kreasi layang-layang dari kertas lipat saja, kali ini anak-anak diminta untuk melukis diatas layang-layang sesuai dengan keinginan dan kreativitasnya. Setiap anak mendapatkan satu layang-layang, dan diberi cat air dan kuas untuk bahan dan alat melukisnya.

Berbagai kreativitas mereka ekspresikan lewat lukisan. Ada yang membuat mobil, rumah, wajah, pemandangan, dan ada juga yang hanya mengkombinasikan warna dalam lukisannya. Setelah layangan dilukis, layangan-layangan tersebut lalu dijemur terlebih dahulu.

Pada kegiatan kali ini, anak diberikan kebebasan dalam mengekspresikan kreativitasnya. Tidak dibatasi untuk melukis suatu benda, hewan, rumah atau yang lainnya. Disinilah anak belajar untuk menyelaraskan warna, bentuk, maupun ukuran. Bagaimana membuat atap rumah yang tidak lebih besar dari rumahnya.

Bagaimana bentuk dari sebuah mobil, bagaimana mengkombinasikan warna-warna agar terlihat indah dan membuatnya menjadi sebuah gradasi warna. Kematangan motorik halus juga dapat terlihat ketika anak-anak sedang melukis di atas layangan. Layangan yang terbuat dari kertas wajik, bahannya yang cukup tipis menjadi tantangan untuk mereka. Bagaimana memberikan penekanan saat melukis, menggunakan air untuk membersihkan kuas dari warna sebelumnya agar tidak tercampur dengan warna yang akan digunakan selanjutnya.

Jika terlalu banyak air yang tersisa dalam kuas dan melakukan penekanan terlalu besar saat melukis, maka kertas layangan akan mudah sobek. Untuk itu, dibutuhkan ketelitian dan kematangan motorik halus dalam melukis layangan ini.














Menuju Jendela Alam

Menuju Jendela Alam


Pada beberapa waktu lalu, anak-anak kelas satu melakukan kegiatan field trip. kegiatan Field trip kali ini dilaksanakan di Jendela Alam yang beralamat di Komplek Graha Puspa, Jalan Sersan Bajuri Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat, Bandung Jawa Barat. Anak-anak pergi menuju Jendela Alam menggunakan bus sekolah. Selama diperjalanan, anak-anak bernyanyi, bercerita, bahkan ada juga yang selama di perjalanan tidur dengan nyenyak di bus.

Sesampainya di Jendela Alam, anak-anak berfoto terlebih dahulu dengan teman sekelas dan gurunya. Setelah itu anak-anak beristirahat sejenak dengan memakan cemilan yang sudah mereka bawa. Setelah selesai, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari kelas 1A, kelas 1B, dan kelas 1C. Setelah semua berkumpul dengan anggota kelompoknya. Setiap kelompok akan dipandu oleh satu kakak dari Jendela Alam dan satu guru.

Kegiatan diawali dengan pembagian kelompok, lalu dilanjut dengan berkeliling di Jendela Alam. Tempat-tempat yang dikunjungi anak-anak seperti kandang Rusa, kandang Kelinci, kandang Ayam, kandang Kambing dan tempat perkembangbiakan tanaman hidroponik.

Setelah kegiatan selesai, anak-anak makan siang terlebih dahulu. Lalu, dilanjutkan dengan bermain di area play ground. Meskipun lelah, tetapi energi mereka seolah tidak habis-habis, mereka terlihat bahagia bisa bermain di Jendela Alam. Wah seru sekali yaaa....










15:03