Jumat, 18 Juni 2021

Wisuda Penuh Makna di Tengah Pandemi

Wisuda Penuh Makna di Tengah Pandemi


Hari Jumat 18 Juni 2021, SD Juara Bandung mengadakan wisuda untuk kelas 6 angkatan 12. Mereka adalah lulusan ke 12 dari SD Juara Bandung, meskipun selama satu tahun penuh tidak merasakan duduk di bangku kelas 6 karena pandemi yang belum berakhir.

Wisuda ini diselenggarakan sebagai rangkaian akhir dari seluruh aktivitas kelas 6. Wisuda yang dilaksanakan secara virtual ini tidak mengurangi rasa khidmat yang menyertai. Wisuda ini dihadiri oleh 28 siswa kelas 6 serta orangtua dan para guru. Wisuda ini menegaskan bahwa kini mereka telah resmi lulus dan menjadi alumni SD Juara Bandung. 

Acara wisuda dimulai dari kilas balik melalui kumpulan  foto yang terhimpun sejak mereka kelas 1 hingga kini kelas 6. Acara kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam acara ini hadir pula Direktur IJF memberikan sambutan yang kemudian disambung dengan sambutan dari kepala Sekolah.
 
Acara inti wisuda adalah prosesi secara simbolis dengan memindahkan tali toga. Hal ini dilakukan oleh orangtua masing-masing. Setelahnya acara dilanjutkan dengan sungkeman kepada orangtua. Suasana haru sangat terasa dalam momen ini karena selama satu tahun penuh mereka belajar di rumah dengan didampingi orangtua, maka ucapan terumakasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya diberikan kepada orangtua. Di akhir acara, adalah sesi testimoni dari siswa dan juga dari orangtua. Pada sesi ini, baik siswa maupun orangtua menyampaiakn pesan kesan dan juga pengalaman yang dirasakan selama menjadi keluarga besar SD Juara Bandung. Untuk menutup acara wisuda maka ditampilkan video ucapan selamat dari perwakilan kelas 1 sampai kelas 5. Dalam sesi ini teriring ucapan selamat dan doa semoga para wisudawan senantiasa berada dalam jalan kebaikan.



Kamis, 17 Juni 2021

Melatih Disiplin dan Mandiri Melalui Kegiatan Pramuka

Melatih Disiplin dan Mandiri Melalui Kegiatan Pramuka


Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi seluruh peserta didik di sekolah. Begitupun dengan SD Juara Bandung, seluruh peserta didik mulai dari kelas 1 sampai 6 di wajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Walaupun pembelajaran masih dilaksanakan secara daring, Alhamdulillah kegiatan Pramuka tetap berjalan dengan baik. 

Sekali dalam sepekan, kegiatan Pramuka dilaksanakan setiap hari Selasa pagi. Anak-anak diajarkan berbagai macam hal. Materi yang diberikan guru antara lain baris berbaris, simpul, keterampilan, juga permainan. Dari sisi pendidikan, kegiatan Pramuka mengajarkan banyak nilai yang berguna bagi peserta didik. Mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, cinta alam, hingga kemandirian. 

Belajar dari rumah Insyaallah tidak menjadi sandungan untuk tetap melaksanakan kegiatan pramuka. Pembina memberikan materi melalui video yang diunggah ke media YouTube, kemudian anak-anak bisa mengaksesnya melalui aplikasi sekolah. Materi disesuaikan dengan jenjangnya, siaga dan penggalang.

Di akhir pertemuan, anak-anak diuji penguasaan mereka tentang materi kepramukaan yang sudah dipelajari. Setiap jenjang tentunya berbeda materi yang harus dikuasai. Untuk kelas 1 masuk jenjang siaga. Hari ini mereka diuji tentang peraturan baris berbaris dasar yang meliputi sikap sempurna, istirahat di tempat, dan sikap hormat. Mereka menunjukkan performanya dengan mengikuti instruksi Bunda pembinanya. Selain itu, mereka juga diminta untuk menunjukkan keterampilan mereka mengikat tali sepatu. Bukan hal yang mudah, bagi anak-anak siaga di kelas 1. Alhamdulillah, setelah berlatih dan terus mencoba, akhirnya semua anak-anak siaga kelas 1 bisa melakukannya dengan baik. 

“Bunda, aku bisa!” seru seorang anak. “Aku juga sudah selesai!” seru yang lainnya sambil menunjukkan hasilnya di depan layar. Raut bahagia terpancar di wajah mereka saat mereka bisa menyelesaikan tantangan tersebut. Dari kegiatan yang dilaksanakan hari ini diharapkan anak-anak bisa terlatih menjadi anak yang disiplin dan mandiri.












Rabu, 16 Juni 2021

Memanen Pohon Tomat di Rumah

Memanen Pohon Tomat di Rumah



Menyayangi ciptaan Allah adalah salahsatu kewajiban kita sebagai muslim. Tumbuhan dan hewan adalah makhluk Allah yang sepatutnya juga mendapatkan kasih sayang dari kita sebagai manusia. Mengajarkan anak untuk menyayangi ciptaanNya adalah hal yang hendaknya dikenalkan sejak kecil agar rasa kasih sayang dapat tumbuh dalam diri anak.

Di pembelajaran Basa Sunda dan Lingkungan, para peserta didik diberikan proyek menanam tomat dari benih. Para peserta didik diberikan benih dan juga tayangan cara menanam dengan benar. Proyek ini bertujuan untuk menanamkan rasa kasih sayang kepada tumbuhan dari awal menanam, merawat, dan apabila ia merawat dengan baik maka akan mendapatkan hasilnya yaitu memanen hasil buah tomat.

Dalam proyek ini melatih kesabaran peserta didik. Kesabaran untuk menanti benihnya tumbuh menjadi kecambah kemudian menjadi pohon. Proyek ini menuntut sikap rajin peserta didik untuk konsisten menyiram tanamannya agar dapat tumbuh subur dan jangan sampai layu atau mati. Proyek ini juga membutuhkan rasa kasih sayang para peserta didik karena apabila tanamannya disayangi maka tanamannya akan dirawat dengan sepenuh hati.

Peserta didik pun menyampaikan perasaannya saat menyaksikan pohon tomatnya tumbuh. “Yasin seneng banget punya pohon yg ditanam dari biji, skrg dah tumbuh.” Ucap Yasin kelas II SD Juara Bandung. Hal yang sama diungkapkan oleh Fatih kelas 1A bahwa ia juga senang bisa melihat pohon tomatnya tumbuh dan berbuah. Hal itu juga dapat terjadi berkat kerjasama dengan orangtua yang membantu merawat dengan memberi pupuk dari sisa sampah organik sehingga pohon Fatih bisa tumbuh subur hingga berbuah.