Kamis, 07 November 2019

Anak Anak Kelas 6 Belajar Matematika Konkret

Anak Anak Kelas 6 Belajar Matematika Konkret


Belajar Matematika memang menjadi tantangan tersendiri bagi peserta didik. Pemahaman konsep yang benar sangat diperlukan, pun dengan dasar hitungan yang baik. Salah satu materi dalam pelajaran matematika kelas 6 adalah tentang simetri lipat dan simetri putar. Karena usia SD adalah usia berpikir konkrit, maka sedapat mungkin pelajaran Matematika pun dijadikan konkrit.

Dalam belajar simetri lipat dan simetri putar, peserta didik membuat gambar bangun datar lalu digunting untuk ditentukan simetri lipat dan simetri putarnya. Cara menentukan simetri lipat adalah dengan melipat bentuk bangun datar yang sudah dibuat. Sedangkan untuk menentukan jumlah simetri putar, peserta didik menjiplak bangun yang sudah dibuatnya ke papan tulis lalu dilakukan perputaran dalam gambar bangun tersebut untuk kemudian dihitung jumlah simetri putarnya. Kemudian masing-masing peserta didik mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

Alhamdulillah, dengan cara ini peserta didik dapat memahami bagaimana cara menentukan jumlah simetri putar dan simetri lipat sebuah bangun datar.  Belajar haruslah dapat dirasakan langsung oleh peserta didik agar materi yang diterima lebih cepat terserap dalam otak dan menjadi memori jangka panjang.




Pancasila Dasar Negaraku

Pancasila Dasar Negaraku


Setiap hari Senin saat upacara, anak-anak selalu membaca Pancasila. Sebagian besar hampir sudah hafal bunyi kelima sila di dalamnya. Hari itu, anak-anak kelas 1 dikenalkan secara khusus tentang Pancasila. Mulai dari jumlah sila di dalamnya, bunyi setiap sila secara berurutan, dan tentu saja lambang setiap silanya.

Guru sebelumnya mengajak anak-anak secara bersama-sama membaca Pancasila. Kemudian menjelaskan arti Pancasila dan Burung Garuda yang merupakan lambang negara Indonesia. Setelah itu guru memperlihatkan gambar/lambang masing-masing sila lewat infokus. Gambar bintang yang merupakan lambang sila ke-1, rantai lambang sila ke-2, pohon beringin sila ke-3, kepala banteng sila ke-4 dan yang terakhir gambar padi dan kapas lambang sila ke-5.

Setelah dijelaskan, siswa kemudian di kelompokkan menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok diberi tulisan isi dari pancasila dan gambar/lambang secara acak. Kemudian masing-masing kelompok diminta untuk memasangkan antara gambar dan isi silanya yang kemudian di tempelkan di kertas poster. Alhamdulillah, ternyata setiap kelompok bisa bekerjasama dan menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar.

Dari pembelajaran yang dilakukan, selain peserta didik lebih mengenal isi Pancasila dan lambangnya, mereka juga belajar untuk bekerjasama, saling menghargai, saling membantu dari kegiatan berkelompok yang dilakukan.

Setelah kegiatan kelompok selesai, guru mengajarkan lagu nasional “Garuda Pancasila” kepada peserta didik. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan menyanyikan lagu tersebut secara bersama-sama dengan penuh semangat.









Kelas 1 Berkreasi Membuat Gelang

Kelas 1 Berkreasi Membuat Gelang


Pada kegiatan pembelajaran prakarya kali ini, peserta didik akan belajar meronce. Anak-anak antusias karena meronce kali ini mereka akan membuat gelang sendiri. Dengan diberi inisial nama masing-masing. Merekapun tampak sudah tidak sabar.

Sebelum kegiatan dimulai, guru menyampaikan alat dan bahan yang dibutuhkan agar disiapkan. Benang karet, manik-manik, gunting. Kegiatan dimulai dengan membagi peserta didik ke dalam 7 kelompok agar nantinya bisa saling bantu jika ada yang kesulitan. Berikutnya masing-masing kelompok mengambil alat dan bahan yang sudah disiapkan.

Setelah semua siap, guru menjelaskan cara pembuatannya dengan memberi contoh. Peserta didik memperhatikan dengan seksama. Setelah paham, guru mempersilahkan anak-anak untuk mulai membuat.  Seketika suasana kelas menjadi lebih seru. Mereka terlihat sangat antusias membuat gelang sesuai kreasinya masing-masing. Tak lupa, mereka membeli inisial huruf nama masing-masing. “Wah, punyaku sudah mau jadi. Bagus loh” celoteh seorang anak. Yang lain membalas “Aku juga udah mau jadi, ini bagus juga!” mereka seolah tak mau kalah satu sama lain. Tak lama kemudian, “Ibu... aku udah selesai, tapi pengen bikin lagi!” seru seorang anak. “Aku juga, aku juga mau!” sambut yang lainnya.

Alhamdulillah, mereka mengikuti pembelajaran dengan antusias dan semangat. Mereka tampak semakin senang ketika diperbolehkan untuk memakai gelang buatan masing-masing dan membawanya pulang. “Asik, boleh dipakai!” seru mereka.